Tuesday, July 26, 2022

Harlah Majelis Anwarul Musthofa Kudus Bersama Al-Habib Muhammad Bin Husein Bin Anis Al-Habsyi





Kemarin, lebih tepatnya Ahad, 24 Juli 2022 M. Panitia mengadakan agenda yang sangat luar biasa yakni harlah majelis Anwarul Musthofa Kudus yang dihadiri oleh beliau sayyidil walid Al-Habib Muhammad bin



Husein bin Anis Al-Habsyi dan juga Al-Habib Abdurrahman Al-Jufri. Dengan serangkaian acara, yang diawali dengan pembacaan Rotibul Haddad dan Tartibul Fatihah. 

Dan kemudian memasuki acara inti yakni pembacaan maulid Simtudduror yang diikuti dengan ta’dzim dan penuh khidmat. Suasana di seluruh ruangan disulap menjadi luapan rindu akan sang rasul. Dengan ritme irama qasidah-qasidah dan alunan rebana yang meliuk-liuk bak ombak pantai yang sejuk dan menentramkan jiwa yang gundah gulana. 


Di penghujung acara, do’a penutup pun dibacakan oleh beliau Al-Habib Muhammad Al-Habsyi dan ditutup dengan untaian kalam hikmah yang menjelaskan tentang dua sosok manusia. 

Jadi dikatakan dalam kitab Al-Hikam karya Imam Abdullah bin Alawy Al-Haddad bahwa:

“وقال رضي الله عنه: العاقل الذي لاعلم له كرشيد الذي لامال له. والعالم الذي لا عقل له كصاحب المال الذي لا رشد له."

"Orang yang berakal (menggunakan akalnya) tapi dia tidak punya agama, maka dia seperti orang cakap dan pandai berdagang, namun dia tidak punya modal. Dan orang yang alim (pandai ilmu agama) namun dia tidak punya akal, maka dia ibarat seperti orang yang punya harta banyak namun dia tidak punya kemampuan untuk menggunakan hartanya tersebut. 


Jadi ada dua orang, yakni alim dan juga aqil. Ada orang itu aqil memang dia itu berakal (pintar), dia mungkin bijaksana, tapi ketika kepintarannya dia, kebijaksanaannya dia tidak ada rambu-rambu rel, yaitu syari’at. Maka kebijaksanaannya dia, kepintarannya dia akhirnya tidak ada nilainya, semuanya sia-sia, kenapa? Karena tidak punya ilmu. 

Kadang kala ada juga orang itu alim tapi tidak aqil mengerti kitab, mengerti Al-Qur’an, mengerti Hadist, tapi tidak aqil dia, akhirnya apa? Iya ilmunya dia akhirnya tidak bisa tersampaikan dengan bagus dan sia-sia. 

Contoh pertama aqil pintar dia segala ilmu mengerti tapi ketika dia tidak sholat maka akhirnya dia tidak punya tuntunan rohaniyah. Maka anda mau jadi apapun juga boleh, silahkan! Jadi pengacara silahkan, jadi dokter pun boleh. Tapi harus punya ilmu agama setidaknya ilmu yang anda tahu mana halal, mana haram. Ilmu yang anda dengan itu bisa punya keyakinan akidah yang betul, dan ilmu yang menjadikan anda juga punya sikap (Akhl
ak) yang terbaik. Masa katanya orang intelektual, terpelajar tapi tersinggungan.

    
Menurut ringkas penulis Al-Habib Muhammad berpesan kepada santri-santri Al-Fattah khususnya, semua santri pada umumnya akan dua hal yakni “Pantaskanlah dirimu untuk mendapat futuh dari Allah.” Dan “Korbankan semua demi ilmu”. 


Mungkin, itu sedikit yang bisa kami sampaikan. Untuk lebih banyaknya, bisa ditonton langsung di Facebook INSAF, Kik Disini

Previous Post
Next Post

0 comments: