الادب فوق العلم
Artinya: “Adab itu lebih tinggi dari ilmu.”
Dari ucapan tersebut, jelas sekali diterangkan bahwa adab harus lebih diutamakan dari ilmu. Apalagi di zaman sekarang dimana kebanyakan orang telah meninggalkan adab atau etika, seakan-akan di zaman sekarang orang yang beradab terlihat seperti orang aneh. Hal itu dikarenakan banyaknya orang yang meninggalkan adab, yang kemudian membuat hal tersebut (tidak beradab) menjadi biasa saja atau maklum. Inilah hal yang perlu dihilangkan dari kehidupan kita jika ingin negara ini menjadi maju. Di dalam sebuah maqolah dikatakan:
اجعل علمك ملحا وأدبك دقيقا
Artinya: "Jadikanlah ilmumu seperti garam dan adabmu seperti tepung”
Perkataan tersebut telah mengibaratkan ilmu bagaikan garam dan adab bagaikan tepung. Ibarat kata seperti ini, ketika kamu membuat roti apakah bahan yang lebih banyak dibutuhkan? tentu saja tepung barulah garam atau bahan-bahan lainnya. Tidak mungkin ketika kamu membuat sebuah roti membutuhkan lebih banyak garam daripada tepung. Jadi adablah yang lebih penting dibandingkan dengan ilmu.
Ustadz Muhammad Ulil Azka pernah dawuh “Budi pekerti adalah juru bicara hati yang baik”, maksudnya adalah ketika budi pekertimu baik maka itu akan mencerminkan bahwa kamu itu memiliki hati yang baik. Karena manusia hanya bisa menilai seseorang dari dzohirnya atau luarnya. Rasulullah bersabda :
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Dari hadits tersebut dijelaskan bahwa Allah lah yang hanya bisa mengetahui isi hati seseorang, alias Allah melihat seseorang dari hatinya bukan dzohir, karena hati itu urusannya dengan Allah. Maka kita sebagai makhluk hanya bisa melihat seseorang melalui dzohirnya, maka dari itu ayo kita benahi adab kita bersama-sama agar lebih dikenang atau disukai oleh masyarakat.
oleh: Syarif Hida.
0 comments: